Ny. Hj. Ulfah Fauziah

Pengasuh dan Muassis MIQ Al Hikam Wonosobo

Ny. Hj. Ulfah Fauziah

Profil

Ny. Hj. Ulfah Fauziah merupakan putri ketiga dari pasangan KH. Ali Masyfu’ dan Ny. Hj. Maryam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Karangmangu, Sarang. Beliau lahir dari keluarga ulama yang memiliki garis nasab keilmuan yang kuat, yang tersambung dengan para tokoh besar di wilayah Sarang.

Sejak kecil, beliau telah tumbuh dalam lingkungan religius yang kental dengan tradisi pesantren. Didikan langsung dari keluarga, khususnya dari ayahanda beliau, membentuk karakter beliau sebagai pribadi yang alimah, sederhana, serta memiliki komitmen tinggi dalam menjaga nilai-nilai keislaman.

Rihlah & Riwayat Pendidikan

Perjalanan pendidikan Ny. Hj. Ulfah Fauziah dimulai dari lingkungan keluarga, di mana beliau memperoleh dasar-dasar ilmu agama secara langsung dari ayahandanya, KH. Ali Masyfu’.

Selanjutnya, beliau menempuh pendidikan formal di Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyyah (MGS) Banat Karangmangu, Sarang. Di lembaga tersebut, beliau mendalami berbagai disiplin ilmu agama serta mengkaji kitab-kitab salaf.

Selain pendidikan formal, beliau juga menjalani rihlah ilmiah di berbagai pesantren, di antaranya:

  • Pesantren Salafiyah (asuhan KH. Abdul Hamid / Mbah Hamid Pasuruan)
  • Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (asuhan KH. Arwani Amin, Kudus)

Selama masa tersebut, beliau tidak hanya memperdalam pemahaman keilmuan, tetapi juga menguatkan hafalan Al-Qur’an serta memperkaya pengalaman spiritual dan keilmuan dalam tradisi pesantren.

Kiprah Sosial & Dakwah

Sebagai seorang nyai, Ny. Hj. Ulfah Fauziah turut aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah perempuan.

Peran beliau terlihat dalam berbagai aktivitas, di antaranya:

  • Membimbing dan mendidik santri putri
  • Mengisi pengajian khusus perempuan
  • Berperan dalam kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren dan masyarakat

Selain itu, beliau juga turut berkontribusi dalam kegiatan dakwah melalui:

  • Pengajian rutin (mingguan maupun selapanan)
  • Majelis taklim masyarakat
  • Kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan dan momentum keislaman lainnya

Dengan peran tersebut, beliau menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam pembinaan generasi muslimah yang berilmu dan berakhlak.