Apakah Berdosa Meninggalkan Hafalan Al-Qur’an Setelah Menikah? Ini Penjelasan Ulama.

Deskripsi
Pertanyaan
Bagaimana hukum orang yang tidak meneruskan hafalan Al Qur’an sebab berumah tangga?
Jawaban

Hukum asal menghafal Al Qur’an adalah fardhu kifayah. Sehingga asalkan sudah terdapat penghafal Al Qur’an dalam jumlah mutawattir maka telah gugur kewajiban ini dari lainnya. Imam Suyuthi menjelaskan dalam Al It qan Juz 1 hal 101 :

اعلم أن حفظ القرآن فرض كفاية على الأمة، صرح به الجرجاني في الشافي والعبادي وغيرهما. قال الجويني: والمعنى فيه أن لا ينقطع عدد التواتر فيه فلا يتطرق إليه التبديل والتحريف، فإن قام بذلك قوم يبلغون هذا العدد سقط من الباقين، وإلا أثم الكل.وتعليمه أيضاً فرض كفاية، وهوأفضل القرب، ففي الصحيح خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Ketahuilah bahwa menghafal Al Quran hukumnya fardhu kifayah atas seluruh umat Islam. Sebagaimana penjelasan Al Jurjani dalam as Syafi, al ‘Ubadi dan lainnya. Al Juwaini menjelaskan bahwa maksud kemutawatiran bagi para penghafal adalah tidak boleh terputus sehingga Al Quran tetap terjaga dari distorsi dan perubahan. Oleh karenanya jika di tengah-tengah umat telah dijumpai penghafal dalam jumlah yang mutawatir maka hukum wajib ini telah gugur dari yang lain. Namun jika jumlah tersebut belum terpenuhi maka semua umat Islam dosa karenanya.

Mengajarkan Al Quran juga fardhu kifayah dan itu diantara ibadah yang paling utama sesuai hadits shahih “Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya “.

Wallah A’lam
Semoga bermanfaat